Breaking News

Edy Rahmayadi Kesal Selalu di Awasi Oleh Orang Asing


PALUTA - Calon Gubernur (cagub) Sumatera Utara (Sumut) nomor urut 1, Edy Rahmayadi merasa selalu diawasi dan dimata-matai sejak mencalonkan diri sebagai Gubernur. Edy pun meminta aparat netral dalam pelaksanaan pilkada.

Edy menegaskan tidak takut kepada siapapun, kecuali Tuhan dan berharap dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumut 2018 ini, aparat tidak ikut campur serta dapat bersikap netral. Hal itu disampaikan Edy, sapaan akrabnya, saat bertemu dan bersilaturahmi dengan tim Pemenangan pasangan calon (paslon) Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah (Eramas) di Kantor DPD Partai Golkar tingkat II Jalan KH Dewantara, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), Rabu, 14 Maret 2018 lalu.

Dihadapan tim pemenangan Eramas Kabupaten Paluta, Edy mengungkapkan kekesalannya karena merasa selalu diawasi dan dimata-matai pihak tertentu sejak maju mencalonkan diri sebagai Gubernur Pilgub Sumut 2018. Meski merasa ganjil dan ditakuti-takuti, Edy mengaku tidak takut. Karena rasa takutnya terhadap siapapun kecuali Tuhan, sudah hilang.

Dia berharap dalam persoalan demokrasi di Sumut, jangan ada pihak manapun ikut campur, termasuk aparat. "Selama ini saya merasa selalu diawasi dan dimata-matai. Tapi saya tidak takut kecuali sama Tuhan. Aparat itu tidak boleh ikut campur, tapi harus bersikap netral dan mengawal jalannya demokrasi di Sumut," tegas Edy.

Sebab, sambung Edy, tujuannya maju Pilgub Sumut, hanya ingin membuat Provinsi ini benar-benar maju dan menjadikannya makmur serta sejahtera. "Untuk Sumut Bermartabat harus sejahtera dan makmur untuk kita semua," ungkap Edy.

Sementara itu, Ketua Tim Pemenangan Eramas di Kabupaten Paluta, Tua Rohot Siregar mengaku optimistis dapat meraih suara Pilgub Sumut untuk pasangan calon Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah mencapai 70%. "Kita yakin Eramas akan menang di Kabupaten Paluta ini," terangnya. Dalam kesempatan itu, Edy Rahmayadi sempat berkaca-kaca matanya saat menyanyikan lagu berjudul Tuhan yang dipopulerkan Bimbo.

Tidak ada komentar