Breaking News

IPB Dapat Bantuan dana Rp 12 Miliar Dari Perusahaan Pakan Ternak


Bogor - Perusahaan yang bergerak di bidang industri perunggasan di Indonesia, PT Charoen Pokphan Indonesia (CPI) Tbk, menggelontorkan dana hingga Rp 12 milyar untuk Institut Pertanian Bogor (IPB). Langkah ini dilakukan perseroan sebagai bentuk kontribusi terhadap dunia pendidikan, khususnya perguruan tinggi.

Presiden Komisaris CPI, Tjoe Hadi Gunawan menyebut, untuk bisa berkembang, maka perusahaan harus menggandeng dunia pendidikan. Terutama pendidikan tinggi sebagai pusat riset dan pengembangan sumber daya manusia.

"Charoen Pokphand sudah mengenal IPB sejak lama. Selama ini kami merasa sangat nyaman menjalin kerja sama dengan IPB. Tugas kami itu adalah kepedulian terhadap pendidikan. Di sini kita temukan, mendapatkan sumber daya manusia yang handal. Kami harap ini bisa terus berlanjut," kata Hadi dalam keterangan tertulisnya, Kamis (29/3/2018).

Melalui Charoen Pokphand Foundation, CPI memberikan beasiswa untuk mahasiswa di 12 universitas termasuk IPB, hibah kandang ayam close house kepada 5 perguruan tinggi sebagai teaching farm, serta membantu renovasi dan pembangunan gedung di Sekolah Bisnis (SB) IPB di Jalan Pajajaran, Kota Bogor.

"Nilai bantuan PT. Charoen Pokphand hanya ke SB itu sebesar Rp 9 miliar. Itu untuk sarana prasarana saja, kemudian ditambah bantuan untuk dana abadi ke IPB sebesar Rp 3 miliar, jadi total sekitar Rp 12 miliar," kata Wakil Dekan Akademik dan Kemahasiswaan SB IPB, Idqan Fahmi.

Untuk dana abadi, lanjut Idqan, nantinya akan dikelola oleh IPB agar bisa berkembang dan dapat digunakan untuk beasiswa mahasiswa.

"Seperti kata Pak Rektor, dana itu misalnya untuk beasiswa mahasiswa. Karena sebagian mahasiswa kita itu adalah orang-orang tidak mampu, jadi tidak ada kamusnya mahasiswa kita yang berhenti kuliah karena tidak mampu bayar kuliah," ujarnya.

Di kesempatan yang sama, Rektor IPB Arief Satria mengatakan, menyebut kolaborasi IPB dan CPI merupakan respon atas perubahan distruksi yang kini terjadi. Menurutnya, IPB akan terus mengembangkan beberapa program terkait dengan pendidikan dan riset yang bisa mengatasi persoalan-persoalan di era sekarang.

"Dengan Kemendes PDTT, kita juga sedang melanjutkan dan memperkuat kerjasama dalam rangka memperkuat masyarakat desa dalam yang bekerja di bidang pertanian, perikanan, dan peternakan," ungkap Arief.

"Dimana sekarang ini era digital, dimana pengelolaan pertanian seperti smart farming itu harus kita terus kembangkan. Artinya kita harap literasi digital farming bisa membantu menjawab permasalah masyarakat petani di desa agar bisa adaptif dengan era digital sekarang ini," tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Desa PDTT Anwar Sanusi menuturkan, IPB merupakan mitra yang strategis, karena dianggap bisa membantu menyelesaikan berbagai persoalan dalam hal percepatan perbaikan desa-desa di Indonesia.

"IPB merupakan mitra yang strategis, karena dimana kita ketahui bersama ada 82,7% desa-desa yang ada di Indonesia, dengan jumlah total 74.957 desa dengan mata pencahariannya adalah pertanian. Dalam hal ini kita harus terus mendorong untuk berkembang agar desa tadi berkembang, kita butuhkan langkah-langkah terobosan yang tentunya sudah dihasilkan oleh IPB," kata Anwar.

"Sehingga kolaborasi kementerian dengan dunia universitas, dunia usaha dapat mempercepat perubahan, terutama perubahan perbaikan desa-desa di Indonesia," pungkasnya.

Tidak ada komentar