Breaking News

Belum di Umumkan Secara Resmi, Beberapa Tokoh Pede Sebagai Cawapres


Pemilihan Presiden akan diselenggarakan sebentar lagi.

Baik calon presiden maupun wakil presiden sudah banyak yang mendeklarasikan diri.

Sejauh ini, yang sudah mendeklarasikan diri sebagai calon presiden baru Joko Widodo (Jokowi).

Jokowi pun sudah mengantongi dukungan dari PDIP, Nasdem, PPP, Golkar, PSI, Perindo, hingga Hanura.

Sedangkan Partai Gerindra disebut-sebut akan menyuarakan Prabowo sebagai calon presiden.

Untuk Wakil Presiden, tesebar sejumlah nama diantaranya Muhaimin Iskandar atau yang dikenal sebagai Cak Imin, Romahurmuziy, AHY, hingga Mahfud MD.

Menanggapi hal tersebut, Ruhut Sitompul turut bersuara.

Dilansir dari akun Twitter @ruhutsitompul, dirinya mengatakan:

"Beginilah kalau Strategi Jemput Bola dalam Pertandingan Sepak Bola digunakan dalam Pilpres 2019

"Para Calon2 Wapres sudah mulai Memasang Baliho dimana mana sebagai Calon Wapres tapi belum ta'u Siapa Capres yg akan meminta mereka sebagai Wapres MERDEKA"

Dikabarkan sebelumnya, tim relawan Muhaimin Iskandar banyak membuat baliho terkait dirinya sebagai wakil presiden 2019.

Menurut Wakil Sekretaris Jenderal PKB Maman Imanulhaq, tindakan tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan dari relawan-relawan yang menginginkan Muhaimin Iskandar menjadi wapres di 2019.

Anggota Komisi VIII DPR ini juga berharap Joko Widodo (Jokowi) bisa berduet dengan Muhaimin Iskandar pada Pilpres 2019 nanti, sehingga PKB bisa berjuang bersama untuk memenangkan pasangan itu.

Hal ini juga pernah dibenarkan langsung oleh Cak Imin.

Najwa Shihab, selaku host menanyakan mengapa Cak Imin hanya mengicar posisi wakil presiden saja.

Cak Imin pun memberikan alasan,"Awalnya teman-teman saya di berbagai daerah ngotot dari awal, pokoknya Ketum PKB harus maju untuk pilpres yang bersamaan dengan pileg. Terus mereka ngotot mau mendeklair sebagai capres.

Saya bilang, kalian harus punya tata krama.

Saya, PKB adalah pendukung Pak Jokowi, yang memenangkan Pak Jokowi juga jadi presiden, yang menjadi partai penopang pemerintah yang setia, jangan sampai gara-gara kalian mendeklarasikan saya capres, secara psikologi saya nggak enak sama Pak Jokowi. Seolah-olah bersaing kan nggak enak. Masa satu koalisi bersaing.

Nah lalu kompromi, ya sudah silahkan anda mendeklair gambar secara macam billboard tapi wapres. Sebagai konsekuensi kesopanan kita ke koalisi", ujarnya menjawab.

"Padahal sebetulnya inginnya presiden?", tanya Najwa.

"Wah rakyat saya mintanya semua capres. Itu komprominya di situ", ujarnya yang mendapat respon dari hadirin.

"Nah ketika itu terjadi, saya dapat surat-surat resmi dari para kiai-kiai sepuh yang menyatakan bahwa 'maju terus sebagai calon wakil presiden'.

Presidennya siapa? Nanti, jangan terlalu cepat. Pokonya cari Presiden yang betul-betul berdasarkan Istiqarah dan kajian

Saya sudah istiqarah Pak Kiai, yang kuat Pak Jokowi. Ya bener, ikut aja yang kuat", tutur Cak Imin menutup.

Cak Imin membenarkan jika upayanya tersebut adalah sebagai penawaran diri kepada Jokowi.

"Pak Jokowi kalau salah pilih cawapres bisa kalah, apalagi pilih nonpartai. Kalau memilih yang tepat, sudah ada partainya, bisa menang," blak-blakan Cak Imin.

"Jadi Anda mengancam pak Jokowi untuk memilih Anda?" tanya Mata Najwa sambil tersenyum.

"Apalah saya ini bisa mengancam", ujarnya.

Najwa menegaskan,"Pak Jokowi, Cak Imin bilang kalau tidak pilih Cak Imin (jadi wapres), bisa kalah di 2019".

"Ya bukan hanya itu, kalau saya tidak dipilih, saya bisa nyapres", ujar Cak Imin sembari tertawa.

Tidak ada komentar