Breaking News

Kapolda Jabar Ajak Paslon Pilgub Jabar Kampanyekan Bahaya Narkoba


Bandung
- Di sela-sela masa kampanye Pilgub Jawa Barat 2018, Kapolda Jabar Irjen Agung Budi Maryoto mengumpulkan para pasangan calon (paslon) Cagub-Cawagub Jabar. Dalam pertemuan, Agung berpesan agar para paslon mengampanyekan bahaya narkoba.

Pertemuan Kapolda Jabar bersama para paslon berlangsung di sebuah kafe di Jalan Lengkong, Kota Bandung, Jabar, Selasa (10/4/2018). Selain Kapolda dan pejabat utama Polda Jabar, pertemuan ini juga dihadiri langsung AsOps Kapolri Irjen Deden Juhara, Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Besar Harto Karyawan, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jabar Rachmat Syafe'i, Ketua KPU Jabar Yayat Hidayat dan lainnya.

Para paslon tampak hadir. Paslon nomor satu Ridwan Kamil-Uu Ruhzanul Ulum (Rindu), paslon nomor dua TB Hasanuddin Anton Charliyan (Hasanah), paslon nomor tiga Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik) dan nomor empat hanya dihadiri Deddy Mizwar.

Dalam kesempatan tersebut, Agung menyebut prihatin atas kejadian puluhan orang tewas akibat miras oplosan. Menurut Agung, kejadian tersebut tak lepas dari kurang pahamnya masyarakat akan bahaya miras sekaligus bahaya narkoba.

Oleh karena itu, sambung Agung, pihaknya berpesan kepada para paslon untuk senantiasa memberikan pengetahuan berbagai macam bahaya narkoba termasuk miras. Hal itu bisa disampaikan para paslon melalui kampanye.

"Saya titip pesan, saat kampanye sampaikan kepada masyarakat tentang bahaya penyalahgunaan narkoba, sampaikan untuk perangi narkoba," ujar Agung dihadapan para paslon.

Menurut Agung, peran masyarakat dalam memerangi miras dan narkob sangat penting. Pasalnya, masyarakat yang bersinggungan langsung dengan perilaku tersebut.

"Konteks pengawasan di rumah dan sekolah itu bagian yang tidak terpisahkan dari masyarakat. Kalah diserahkan ke polisi semua, enggak akan maksimal," tuturnya.

Di samping itu, sambung Agung, pihaknya juga berpesan kepada MUI agar menyampaikan bahaya narkoba melalui khotbah.

Seperti diketahui, sejumlah orang tewas akibat menenggak miras oplosan. Mereka meminum miras jenis ginseng yang dijual oleh satu toko di Cicalengka.

Selain di Cicalengka, tiga orang di Kota Bandung tewas. Enam orang di Palabuhuanratu juga tewas.

Tidak ada komentar