Breaking News

Khofifah Keluhkan Kurangnya Alat Peraga Kampanye di Area Publik


Surabaya
- Kurangnya alat peraga kampanye (APK) dan sosialisasi Pilgub Jatim 2018 dikeluhkan calon Gubernur Khofifah Indar Parawansah. Sebab, masih banyak masyarakat yang belum tahu nomer urut calon, dan kapan pelaksanaan pencoblosan.

Saat kampanye di Pasar Sopo Nyono Rungkut, Khofifah mendapat banyak curhat, karena banyak warga dan pedagang yang belum mengerti berapa nomor urut kedua paslon yang akan bertarung di Pilgub Jatim.

"Mereka banyak yang belum terkonfirmasi kapan pelaksaannya dan nomor berapa. Jadi sosialisasi ini harus lebih detail karena sosialisasi indentifikasi kepada figur mereka clear lagi," kata Khofifah saat mengunjungi Pasar Sopo Nyono Rungkut, Jumat (13/4/2018).

Khofifah juga mengatakan informasi tentang kapan pelaksanan pemilu dan berapa nomor urut paslon, masih banyak masyarakat yang belum sepenuhnya mengetahui.

"Kapan penyelenggaraanya, nomor berapa, Kalau bu Khofifah nomor berapa itu masih belum banyak yang terkonfirmasi," kata Khofifah.

Kurangnya pemasangan alat peraga kampanye (APK) oleh KPU Jatim menjadi sorotan Khofifah. Sebab dengan memasang APK di area publik, sosialisasi tersebut akan tersampaikan dengan jelas.

"Harus lebih masif lagi memasang di area publik. Kalau yang memasang calonkan tidak boleh memasang di pasar. Kalau KPU dan Panwaskan mereka boleh. Terus mereka mendapatkan informasi dari mana.

Khofifah juga meminta agar KPU Jatim perlu memasang penanda atau alat peraga kampanye di pasar-pasar tradisional di Jawa Timur. Sebab disitu akan banyak komunikasi antara pedagang dan pembeli yang belum terjangku dan bersahabat dengan media online.

"Misalnya mereka mengunakan Handphone tapi untuk akses mungkin media online tertentu. Mungkin tidak banyak yang melakukan di pasar-pasar tradisional. Sehingga yang mempunyai kewenangan bisa memasang tanda untuk mengenali bahwa tanggal 27 Juni ada Pilgub Jatim, ada dua paslon ini akan menjadi sangat penting," tandasnya. 

Tidak ada komentar