Breaking News

Mengkaji Rencana Pembangunan Bandara kedua di Bali


JAKARTA
- Menteri Perhubungan Budi Karya mengaku masih melakukan kajian terhadap rencana pembangunan bandara kedua di Pulau Dewata, Bali. Dia tidak mau terburu-buru menetapkan pembangunan karena Bali merupakan destinasi utama di Indonesia.

Asal tahu saja, PT Bandara Internasional Bali Utara Bali (BIBU) telah melakukan study untuk membangun bandar udara baru selain Bandara Internasional Ngurah Rai, di Kabupaten Badung. Dalam perencanaan bandara ke dua di Pulau Dewata akan dibangun di Bali Utara, Kubu Tambahan, Kabupaten Buleleng.

"Belum masih dikaji. Saya masih mengkaji, semua masih memberikan pendapat, itu dikumpulin dan dikaji. Bisa diselesaikan kajian dua sampai tiga bulan," ujar Budi, di Kantor Menko Maritim, Jakarta, Senin (2/4/2018).

Meski begitu, Budi mengapresiasi pihak yang sudah melakukan study pembangunan bandara ke dua Pulau Dewata akan dibangun di Bali Utara. Hanya saja, segala sesuatu pembangunannya harus dipikirkan pertimbangannya.

"Study memberikan ruang memilih yang terbaik, karena Bali itu kan destinasi yang utama. Jadi harus hati-hati memilih dan membangun," tuturnya.

Untuk diketahui, pembangunan Bandara Bali Utara sudah mendapat lampu hijau setelah diterbitkannya rekomendasi dari Bupati Buleleng Nomor 582/01/Ekbang tanggal 23 Januari 2017 dan Gubernur Bali terkait pembangunan Bandara Internasional Bali Utara yang berlokasi di Buleleng. Namun, bandara tersebut ternyata belum bisa dibangun.

Namun untuk membangun, PT BIBU masih menunggu penetapan penlok Bandara Internasional Bali Utara oleh Kemenhub. Padahal, BIBU sudah pegang surat Gubernur Bali Nomor 600/3481/Sekret kepada Presiden perihal Laporan Penetapan Lokasi Bandara Bali Utara dan surat Presiden melalui Menteri Sekretaris Negara Nomor B-1033/M.Sesneg/D-1/HK.04.02/11/2017 kepada Menteri Perhubungan.

Tidak ada komentar