Breaking News

Menikmati Ketenangan Ala Ubud di Taman Hutan Lemah Putih Solo


Karanganyar
- Kampung halaman Jokowi di Solo dikenal sebagai salah satu kota penghasil batik. Selain itu, di sana juga ada destinasi yang menawarkan ketenangan seperti Ubud.

Berlokasi di pinggiran Solo, tepatnya di Karanganyar, traveler bisa menemukan Taman Hutan Lemah Putih. Selain mengusung konsep alam, tempat ini merupakan wadah bagi aneka kegiatan seni budaya.

Saat datang pertama kali, saya pun disambut dengan suasana hijau nan santai seperti di Ubud, Bali. Hanya saja, suasana tradisional khas Jawa juga tampak di tempat ini.

Tidak jauh dari halaman parkir, sebuah rumah joglo tampak menyambut siapa pun yang datang ke Taman Hutan Lemah Putih. Suara alat musik perkusi djembe terdengar dari dalamnya saat saya datang.

Ketika masuk, saya pun mendapati seorang pria paruh baya yang tampak asyik memainkan alat musik tersebut. Ia adalah Galih Naga Seno, seniman sekaligus pria yang mengelola Taman Hutan Lemah Putih.

Melihat saya, Galih pun menghentikan latihannya dan menyambut kedatangan saya. Pada detikTravel, ia pun sempat bercerita tentang latar belakang Taman Hutan Lemah Putih.

"Tempat ini milik ayah saya, Mbah Prapto. Awalnya hanya dipakai untuk tempat latihan seni budaya, tapi kemudian saya rapikan sedikit jadi seperti sekarang," cerita Galih.

Sekitar 2,5 tahun yang lalu, Galih pun mulai merapikan lahan milik ayahnya yang dibeli tahun 1985 silam. Dimulai dari nol, Galih juga bercerita kalau ia banyak menggunakan kayu dari pekarangannya untuk proses pembangunan.

"Ini konsepnya rumah tumbuh, kayunya saya ambil dari pekarangan. Itu meja juga aslinya jendela yang saya ubah. Hiasan di sini juga banyak saya ambil dari pengrajin sekitar," terang Galih.

Menariknya lagi, rumah joglo tersebut juga difungsikan oleh Galih sebagai Wedangan Alas atau tempat makan sederhana khas Solo. Ada aneka makanan dan minuman tradisional yang bisa di pesan di sini.

Setelah bercerita sedikit, Galih pun mengajak saya melihat calon kamar pesanan saya di Omah Wening Guest House yang masih masuk komplek Taman Hutan Lemah Putih.

"Kamarnya ada 4 di sini, ada yang pakai AC, ada yang pakai fan. Roomrate standard room 300k/malam dan superior 600k/malam (2 bed) springbed, dapur, kamar mandi," terang Galih.


Namun selain memiliki wedangan dan penginapan, Taman Hutan Lemah Putih juga menawarkan banyak fasilitas tambahan yang tidak dapat ditemui di tempat lain. Contohnya seperti arena memanah hingga latihan musik perkusi dan lainnya.

"yang rutin drumming outloud class. Setiap minggu jamm 13.00-15.00 sore ada west african music dan dance. Biaya 200k/bulan/person," terang Galih.

Selain menawarkan penginapan khas alam dan kursus alat musik perkusi, Taman Hutan Lemah Putih juga sering menjadi rumah dari sejumlah event budaya dan musik hingga tarian.

Setiap harinya Taman Hutan Lemah Putih buka dari pukul 09.00-17.00 WIB. Traveler yang hanya ingin sekedar mampir ke wedangan atau mencoba berbagai aktifitas yang ada pun diperbolehkan mampir. Cukup membayar Rp 5 ribu per orang untuk biaya masuknya.

Traveler yang ingin menyepi sejenak dari rutinitas kota pun bisa menjadikan Taman Hutan Lemah Putih sebagai salah satu alternatif wisata di dekat Solo.


Lokasi:

Jalan Plesungan Raya Gondangrejo, Plesungan
Gondangrejo, Karanganyar

Tidak ada komentar