Breaking News

Profil Polandia: Generasi Emas Kedua dengan Ambisi Besar


MOSKOW—Tim Nasional Polandia pernah sangat disegani di dunia. Pada periode tahun 70-an hingga 80-an mereka mampu meraih emas Olimpiade pada tahun 1972. Selain itu, Bialo-czerwoni (Putih-Merah), julukan Polandia mampu menjadi juara ketiga di Piala Dunia 1974 dan 1982.

Andrzej Szarmach dan Grzegorz Lato adalah dua dari beberapa bintang Polandia yang bersinar terang saat itu. Namun, seiring menuanyagenerasi emas mereka, prestasi Polandia perlahan mulai menurun. Bahkan, setelah lolos babak 16 besar di Piala Dunia 1986, Polandia hampir bisa dikatakan tenggelam.

Di tiga Piala Dunia berikutnya, mereka tidak ada lagi dalam daftar kontestan. Mereka baru kembali ke panggung utama sepak bola dunia pada Piala Dunia 2002 dan 2006. Namun, tidak tampak lagi kehebatan mereka. Di dua edisi itu, Polandia hanya menjadi juru kunci fase grup.

Sempat menunggu satu dekade, generasi emas kedua mulai muncul lagi. Generasi ini dipimpin Robert Lewandowski, salah satu penyerang paling ditakuti bek mana pun di dunia saat ini. Di Piala Eropa 2016, bomber Bayern Munchen itu mampu meloloskan Polandia hingga babak delapan besar.

Sukses di Prancis itu mereka lanjutkan di fase kualifikasi Piala Dunia zona Eropa. Bergabung bersama tim Dinamit, Denmark, Polandia lolos langsung ke Rusia sebagai juara grup setelah meraih delapan kemenangan, sekali imbang, dan satu kali kalah.

Lewandowski adalah pemain paling penting dan jimat Polandia di fase kualifikasi. Mantan penyerang Borussia Dortmund itu menjadi pencetak gol terbanyak. Dalam 10 laga, ia mencetak 16 gol atau 57 % dari keseluruhan 28 gol negaranya.

Dengan kondisi yang jauh lebih bugar karena sudah berbagi tugas dengan Sandro Wagner di Munich, Lewandowski pun siap memimpin rekan-rekannya. “Sekarang saya bermain lebih sedikit menit di klub. Untuk alasan ini, tubuh saya tidak akan habis seperti di Prancis,” kata Lewandowski dalam wawancara dengan Polsatsport.pl.

Lewandowski pun menegaskan ambisinya menjadi top skor di Rusia. “Jika saya punya banyak peluang, itu kesempatan. Namun, jika saya harus memilih memenangkan gelar top skor, tetapi tidak lolos dari grup, saya lebih memilih semifinal tanpa gol. Atau tidak! Final tanpa gol,” ujarnya.

Dengan skuat Polandia saat ini, hanya kiper Lukasz Fabianski yang pernah berpartisipasi di Piala Dunia meskipun 12 tahun lalu di Jerman ia tidak pernah tampak di lapangan. Itu menurutnya membuat mereka lapar kemenangan.

“Bagi kami yang lain, Piala Dunia adalah sesuatu yang pertama. (Tapi itu membuat) Semakin besar rasa lapar akan kesuksesan dan kemenangan. Kami telah mencapai perempat final kejuaraan Eropa, tetapi sekarang kami memiliki tujuan dan ambisi yang benar-benar berbeda. Kami akan melakukan segalanya untuk mendapatkan yang terbaik dari itu,” klaim Lewandoski.

Selain Lewandowski, pemain Polandia yang diprediksi akan menjadi bintang di Rusia adalah Piotr Zielinski. Pemain Napoli itu memiliki keterampilan teknis dan passing yang bagus. Kalau masalah dengan konsistensinya bisa ia atasi, gelandang 24 tahun itu bisa menjadi pelayan lini serang Polandia.

Optimisme publik Polandia lainnya bisa datang dari Arkadiusz Milik. Bomber muda Napoli itu telah kembali dari cedera ACL keduanya, dan akan memberi Adam Nawalka pilihan yang lebih ofensif. Sayangnya, Kamil Glik yang selama ini mengkoordinir pertahanan masih mengalami cedera.

“Saya senang bahwa ini (kondisinya) jauh lebih baik daripada beberapa hari yang lalu. Kita semua tetap menyilangkan jari-jari kita, tetapi dokter akan memutuskan kesiapannya dan pendapatnya adalah yang paling penting,” kata Adam Nawalka di Niezalezna.pl.

Sebagai persiapan menuju Rusia, Polandia melakoni uji coba kontra Cile dan Lithuania. Dan dengan dua laga itu, Pelatih Polandia, Adam Nawalka menggaransi skuatnya akan siap menghadapi Senegal di laga perdana Grup H. “Yang paling penting adalah persiapan optimal untuk pertandingan pertama kejuaraan dengan Senegal dan saya yakin itu akan terjadi,” ujarnya di Laczynaspilka.pl. (Laczynaspilka/ Niezalezna.pl / Polsatsport.pl/amr)

PRAKIRAAN STARTER

FORMASI 3-4-2-1: Lukasz Szczesny; Lukasz Piszcek, Michal Pazdan, Tomasz Kedziora; Maciej Rybus, Karol Linetty, Grzegorz Krychowiak, Artur Jedrzejczyk; Piotr Zielinski, Kamil Grosicki; Robert Lewandowski

Tidak ada komentar