Breaking News

Profil Senegal: Bonus Awal Rp27,9 Miliar, Siap Bikin Kejutan Lagi


MOSKOW—Kejutan Piala Dunia 2002 coba diulang Senegal di Rusia. Penampilan spektakuler mereka di babak kualifikasi jadi alasan optimisme wakil Afrika tersebut.
Perjalanan Senegal ke putaran final Piala Dunia 2018 ini memang cukup meyakinkan. Bergabung bersama Cape Verde, Burkina Faso, dan Afrika Selatan, mereka melaju mulus. Memenangi empat laga dan tanpa kekalahan dari enam laga, mereka mengoleksi poin 14 atau unggul lima angka dari tim peringkat kedua.
Salah satu kekuatan mereka adalah lini pertahanan yang tangguh. Dikomandoi bek Napoli, Kalidou Koulibaly yang diincar klub-klub besar Eropa, mereka hanya kebobolan tiga gol selama kualifikasi. Dari empat tim Afrika yang akan bertarung di Rusia, hanya Maroko yang punya pertahanan lebih bagus dari The Teranga Lions.
Kalau melihat komposisi 23 pemain yang mereka bawa ke Rusia, banyak yang menilai Senegal yang kini menempati rangking ke-27 FIFA akan menjadi wakil Afrika yang paling berpelung membuat kejutan. Cheikhou Kouyate, Idrissa Gana Gueye, Keita Balde Diao, Diafra Sakho, Kara Mbodji, Mbaye Niang, Sadio Mane, hingga bintang muda Ismaila Sarr diklaim mampu bersaing.
Mane yang akan bertandem dengan Keita Balde Diao akan menjadi andalan lini depan negara mayoritas Muslim tersebut. Pemain sayap Liverpool tersebut musim ini tampil luar biasa bersama The Reds. Pemain berusia 26 tahun itu mencetak 33 gol dari 56 pertandingan di semua kompetisi. Sementara di Tim Nasional Senegal, Mane yang membuat debut pada 2012 mencetak 14 gol.
Dengan bintang-bintang Eropa yang mereka miliki, Pelatih Senegal, Aliou Cisse cukup percaya diri mereka bisa mengimbangi Polandia, Jepang, dan Kolombia di Grup H. Bahkan, tak sekadar lolos fase grup, Cisse berani membidik perempatfinal seperti yang pernah mereka lakukan 2002 silam.
Pada Piala Dunia Korea Selatan dan Jepang, Senegal memang membuat kejutan besar. Berstatus debutan, mereka yang tak diunggulkan mampu bersaing dengan negara raksasa. Saat itu, mereka mampu mengalahkan juara bertahan Prancis dengan skor 1-0 lalu imbang dengan Uruguay dan Denmark untuk memastikan tiket fase knockout.
Di babak 16 besar, Senegal yang berhasil menaklukkan Prancis yang kala itu diperkuat bintang seperti Patrick Vieira, Claude Makelele, Marcel Desailly, Thierry Henry, hingga David Trezeguet sangat percaya diri. Mereka pun mampu mengalahkan Swedia sebelum dihentikan Turki di babak 8 besar lewat pertarungan hingga babak tambahan waktu.
Sebuah kebetulan, Aliou Cisse yang kini mentor Mane dan kawan-kawan adalah kapten Senegal kala itu. Selain Cisse yang berstatus pelatih termuda Piala Dunia 2018 dengan usia 41 tahun juga ada mantan kiper Tony Sylva dan mantan pemain belakang Omar Daf dan Lamine Diatta dalam staf pelatih Senegal.
Kehadiran generasi emas Senegal dalam staf kepelatihan tersebut diharapkan menginspirasi Mane Cs. “Pada 2002, kami berada di grup sulit tapi itu tak lantas menghambat kami untuk mendapatkan petualangan luar biasa. Jika kami bisa menjadi diri sendiri, menikmati pengalaman ini, dan pada saat yang sama bermain serius. Kami pasti bisa mengejutkan banyak orang lagi seperti di 2002,” kata Cisse dikutip dari ESPN.
Pemain Senegal punya optimisme sama. Bek Salif Sane misalnya, ia menegaskan dirinya siap mengawal bomber-bomber dengan nama besar di Grup H. Termasuk penyerang haus gol sekaligus kapten tim nasional Polandia, Robert Lewandowski.
“Saya sudah bermain menghadapi Lewandowski (empat kali), jadi saya tahu bagaimana cara dia mencetak gol. Saya tidak keberatan bermain sebagai bek tengah. Keserbagunaan adalah kualitas, aset bagi saya. Setiap orang siap bermain di Piala Dunia. Semua orang dalam kondisi baik,” tegas Salif Sane dikutip dari Galsen Foot.
Mane yang akan menjadi tumpuan gol Senegal juga siap melanjutkan aksi-aksi magisnya di Rusia seperti yang ia lakukan di Liverpool. Penyerang sayap mungil itu menegaskan tidak merasakan tekanan meski harapan besar dibebankan rakyat Senegal di pundaknya. “Sepak bola adalah pekerjaan saya. Saya selalu menikmatinya,” kata Mane di Washington Post.
Publik Senegal juga tampaknya memberi dukungan penuh. “Dalam kampanye kualifikasi, penampilan Senegal cukup spektakuler. Mereka adalah salah satu tim terbaik di Afrika. Tentu saja ada kehati-hatian tentang ekspektasi berlebihan, tetapi para penggemar senang,” kata Benjamin Tetteh, seorang jurnalis olahraga yang berbasis di Senegal, kepada Sky Sports.
“Ini tidak akan mudah, terutama melawan Polandia atau Kolombia, tetapi orang-orang Senegal optimis tentang peluang kami untuk keluar dari grup,” tegas Modou Gueye, seorang wartawan untuk Senegal-football.com, kepada Sky Sports.
Sebagai penyuntik semangat bertarung di Rusia, Federasi Sepak Bola Senegal memberikan bonus sebesar $ 2 juta atau sekitar Rp27,9 miliar. Dengan jumlah itu, masing-masing pemain berhak mendapat $ 38.000 atau Rp530 juta. Itu hanya bonus partisipasi dan tim akan mendapatkan lebih banyak uang jika mampu mencapai target 8 besar. (espn/Galsen Foot/Sky/Washington Post/amr)
PRAKIRAAN STARTER
Formasi 4-3-3: Khadim N’Diaye; Youssouf Sabaly, Kalidou Koulibaly, Salif Sane, Lamine Gassama; Idrissa Gana Gueye, Cheikhou Kouyate, Alfred N’Diaye; Mbaye Niang, Keita Balde Diao, Sadio Mane

Tidak ada komentar