Breaking News

Curhat Seorang KH Ma'ruf Amin yang Pernah Jadi Korban Ganasnya Hoaks


Calon Wakil Presiden (Cawapres) KH Ma'ruf Amin mengakui, bangsa Indonesia terkesan terbelah karena beda dukungan di Pilpres 2019. Akibatnya kelompok satu saling hujat kelompok lainnya bahkan hingga berita bohong atau hoaks bertebaran di media sosial.
Ma'ruf Amin bahkan mengaku pernah menjadi korban hoaks, dituduh berjoget dengan perempuan di Tugu Proklamasi, sebelum menuju gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk mendaftar sebagai pasangan capres-cawapres bersama Joko Widodo (Jokowi) dan timnya.
"Waktu itu ada lagu memuji Pak Jokowi, banyak orang berjoget, saya bertepuk tangan, itu saya dibilang berjoget, banyak yang mau mendiskreditkan saya, dan saya kehilangan kredibilitas sebagai ulama," kata Ma'ruf Amin saat hadiri penutupan Rapimnas IPPNU di Jakarta Pusat, Minggu (7/10/2018).
Mantan Rais Aam PBNU itu mengingatkan IPPNU dan warga NU lainnya agar berhati-hati bermedia sosial, jangan sampai ikut-ikutan dan menahan diri agar tidak terprovokasi dengan berita bohong yang disebarkan oleh kelompok-kelompok tertentu.
"Isu-isu yang miring harus kita jaga, jangan sampai kita ikut seperti mereka, jangan sampai kita terprovokasi," tutur Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) tersebut.
Di saat bangsa Indonesia mulai terbelah menjadi dua arus, Ma'ruf Amin berharap warga NU harus menjadi penyejuk dan pemersatu.
"Masalah yang paling dekat kita hadapi, Pileg dan Pilpres, karena itu kita harus menjaga Pileg dan Pilpres agar tidak meinimbulkan perpecahan terhadap bangsa dan negara kita," pungkasnya.

Tidak ada komentar