Breaking News

Presiden Jokowi Ingin Bangsa ini Hargai Kemajmukan.


Presiden Joko Widodo mengaku tidak suka perpecahan terjadi di masyarakat Indonesia yang memiliki penduduk ratusan juta. Dari ratusan juta penduduk tersebut, memiliki agama, tradisi, adat istiadat yang tidak sama, sehingga selalu akan ada perbedaan.

"Negara ini adalah negara besar, saya selalu berulang-ulang di mana-mana dan mengatakan bahwa Indonesia adalah negara yang besar. Penduduk kota sekarang sudah 263 juta, dengan 714 suku yang berbeda-beda, 1100 lebih bahasa daerah yang kita miliki," ucap Presiden Jokowi  ketika mendatangi langsung kegiatan acara Rapat Kerja Nasional Majelis Adat Budaya Melayu Indonesia (MABMI). Ia juga akan membuka langsung tersebut.

Keterangan langsung dirinya ini, selalu disampaikannya pada saat melakukan kunjungan di setiap provinsi, dan perkampungan di Indonesia. Salah satu suku yang tertua Melayu juga harus saling memberikan apresiasinya kepada masyarakat, bahwa perbedaan itu ternyata indah.

"Dan suku Melayu merupakan yang terbesar yang ada di tanah air ini.
Saya hanya ingin mengingatkan kepada kita semuanya. Bahwa perbeda-bedan itu adalah anugerah dari Allah SWT, dan Sunahtulah, berbeda-beda agama, suku, adat, tradisi, bahasa daerah," katanya, Senin (8/10/2018).

Selain itu, dirinya juga menyampaikan, bahwa perbedaan itu sudah dirasakan Jokowi setiap kali melakukan kunjungan ke daerah-daerah yang ada di Indonesia.



Tidak ada komentar