Breaking News

Ini Dia Beberapa "Sindiran" Antar Internal Kubu Prabowo-Sandi


Kekompakan kubu Prabowo-Sandi tengah di uji. Di masa-masa kampanye Pilpres ini, internal pasangan capres-cawapres nomor urut 02 itu terlihat tak harmonis.
Bahkan, pihak partai koalisi terang-terangan 'menyentil' Prabowo-Sandi lantaran manuver politik dinilai kurang greget. Berikut sentilan-sentilan untuk Prabowo-Sandi:


1.SBY Sentil Prabowo Soal Visi-misi

Ketua Umum Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sempat disindir tak juga mengkampanyekan pasangan Prabowo-Sandi oleh Gerindra. Menanggapi sindiran itu, SBY balik menyentil capres Prabowo Subianto melalui cuitan di twitternya.

Menurut SBY, dalam pilpres yang paling menentukan Capres-nya. Capres adalah super star. Capres mesti miliki narasi dan gaya kampanye yang tepat. Dia menilai, saat ini rakyat ingin dengar dari Capres apa solusi, kebijakan dan program yang akan dijalankan untuk Indonesia 5 tahun ke depan.

"Kalau jabaran visi-misi itu tak muncul, bukan hanya rakyat yang bingung, para pendukung pun juga demikian. Sebaiknya semua introspeksi," kata SBY.


2. Jubir Prabowo Tak Punya Data Mumpuni

Politisi PKS Fahri Hamzah turut mengkritik juru bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga. Menurutnya, hanya segelintir saja yang lihai ditugaskan dalam posisi tersebut. Padahal para jubir memiliki tugas penting untuk mendukung capres-cawapres. Namun, para jubir Prabowo tidak menyajikan data-data yang mumpuni.

"Tim di sekitarnya ini harus menyuplai secara aktif apa yang diperlukan, data yang diperlukan ya kan semua nya harus aktif. Nah ini kayaknya tim di kubu Pak Prabowo saya tidak melihat ada data yang mereka sajikan yang sophisticated," ujarnya di Gedung DPR.


3. Sentil Soal Janji-janji

Demokrat menyadari bahwa pasangan Prabowo-Sandi sangat mengharapkan bantuan SBY dan AHY untuk menaikkan elektabilitas mereka yang cenderung stagnan. Hal itu karena kesukaan dan dukungan rakyat kepada AHY-SBY cukup tinggi di lapangan.

Demokrat meminta kepada Prabowo-Sandi membangun optimisme dengan sikap merealisasikan janji-janjinya kepada partai koalisi sebagai hal utama, sebelum berjanji kepada rakyat dan kemudian merealisasikannya. "Jika berjanji kecil kepada rakyat terdekat saja tidak mampu direalisasikan, bagaimana dapat mewujudkan banyak janji kepada rakyat luas. Jangan nodai rakyat dengan janji-janji. Berikan bukti, dan bukan janji," ujar Wasekjen Demokrat Putu Supadma Rudana.


4. PKS Menanggapi Soal Sentilan SBY

 Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera memandang wajar sikap Demokrat terlihat setengah hati mengkampanyekan Prabowo-Sandi. Sebab kondisi Pileg dan Pilpres digelar bersama. Tiap partai ingin sukses pada keduanya dan harus punya strategi jitu. Baginya, perdebatan yang muncul adalah sebuah miskomunikasi yang perlu dijadikan pendewasaan politik.

"Jadi, enjoy the game. Dan apa yang terjadi antara kawan Demokrat dan sekutu Gerindra bagian dari pendewasaan koalisi Prabowo Sandi. Dan itu baik sebagai sebuah proses," katanya.


5. Gerindra Yakin Sandi Tepati Janji

Anggota Badan Komunikasi Partai Gerindra Andre Rosiade yakin cawapres nomor urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno akan segera menepati janjinya kepada Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Menurut dia, komitmen Sandiaga sudah teruji. Andre juga memastikan koalisinya di Pilpres 2019 solid.

"Soal janji-janji insya Allah Bang Sandi pengusaha punya karyawan 30 ribu, tentu dengan background Beliau pengusaha terujilah terhadap komitmen yang ada. Insya Allah enggak ada masalah, kita solid bersama teman-teman Partai Demokrat enggak ada masalah sama sekali" kata Andre.

sumber; Merdeka.com

Tidak ada komentar