Breaking News

Ini dia Sikap Prabowo Yang Tidak Berpihak Kepada Pejuang Islam



Sejumlah massa yang menggelar aksi di depan Kantor Konsulat Jenderal Australia di Surabaya, mendesak agar Prabowo Subianto segera meminta maaf dan menarik ucapannya yang menanggapi rencana Negara Kanguru itu memindahkan kedutaan besar untuk Israel ke Yerusalem.

Koordinator Aksi Ahmad Jazuli mengatakan pernyataan Prabowo menanggapi rencana Pemerintah Australia dalam pemindahan Kedutaan Besarnya untuk Israel dari Tel Aviv Ke Yerusalem itu adalah bentuk tidak adanya keberpihakan Prabowo terhadap perjuangan umat Islam.

Oleh karena itu, mereka pun menuntut agar calon presiden nomor urut 02 itu tak memanfaatkan Islam dalam kampanyenya.

"Sebagai capres Ijtimak para Ulama yang dilakukan berjilid-jilid dan digaungkan oleh kelompok 212 sebagai pembela Islam, Prabowo malah mengeluarkan pernyataan yang sangat dengan cita-cita dan haraoan sekuruh umat Islam," kata Jazuli, Rabu (28/11).

Menurut dia, sebagai satu-satunya capres hasil Ijtimak Ulama, Prabowo semestinya membela kepentingan Umat Islam yang selama ini konsisten bersatu menentang Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

Jazuli mengatakan pihaknya menyesali seorang tokoh nasional yang dinilai mempunyai kedekatan dengan Umat Islam, malah justru mengkhianati sesuatu yang selama ini konsisten di perjuangkan muslim di seluruh dunia.

"Sebagai umat Islam kami merasa menyesal dan dibohongi," kata Jazuli

Ia pun meminta kepada para ulama yang selama ini memihak kepada Prabowo untuk segera mencabut dukungan tersebut.

"Kami meminta para ulama yang mendukung Prabowo-Sandi untuk berhentilah memainkan narasi bahwa Prabowo-Sandi membela islam, serta berhentilah memanfaatkan islam yang Rahmatan Lil Almin dalam berpolitik serta dalam mengejar kekuasaan," kata dia.

Jazuli kembali menegaskan, pihaknya kini tengah menanti permintaan maaf Prabowo tersebut dalam jangka waktu satu kali 24 jam. Ia juga mengaku telah menyampaikan aspirasi itu kepada pihak Konjen Australia.

"Kita sampaikan aspirasi ini kepada dubes, kita kasih waktu 24 jam. Kalau dalam waktu 24 jam Prabowo tidak meminta maaf kepada umat islam, maka dalam waktu dekat, kami akan hadir lagi, kami akan membawa masa jauh lebih banyak lagi seluruh umat islam di Jawa Timur akan hadir ke sini," kata dia.

Saat disinggung apakah aksinya ini berhubungan dengan agenda politis jelang pemilu dan pilpres 2019, Jazuli pun menampik. Menurutnya, kecaman serupa akan ditujukan kepada pihak manapun dan siapapun yang dianggap telah mengingkari perjuangan umat Islam atas kemerdekaan Palestina.

"Tidak ada politik sama sekali, ini perjuangan umat Islam, maka siapapun yang menentang akan kami lawan, bukan hanya Prabowo, tapi juga presiden Amerika, Donald Trump. Bisa siapa saja," kata dia.

Sebelumnya sikap Prabowo terhadap Palestina menjadi sorotan setelah calon presiden nomor urut 02 itu mengatakan Indonesia harus menghormati rencana Australia memindahkan kedutaan besarnya di Israel dari Tel Aviv Ke Yerusalem.

Pernyataan Prabowo bertentangan dengan sikap Pemerintah Indonesia yang melayangkan protes keras agar Australia membatalkan rencana pemindahan itu.

Sementara itu, pada akhir pekan lalu, dari kubu Prabowo yakni Direktur Hubungan Internasional Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Irawan Ronodipuro menyatakan jawaban capres jagoannya itu soal Kedubes Australia untuk Israel telah salah dipahami dan dimainkan secara politis.

Dia juga sangat kecewa dengan sikap seorang tokoh yang dianggapnya sangat membabi buta menyerang Prabowo. Serangan itu, kata dia, telah dipolitisasi sedemikian rupa. Terlebih, lanjutnya, yang menyerang ini memang berbeda pandangan politik.

"Jangan hanya karena berbeda pandangan politik lantas menyerang membabi-buta. Padahal dikenal sebagai tokoh agama, padahal tahu perjuangan Pak Prabowo untuk Palestina. Tapi lantaran pernah diperiksa KPK jadi takut dengan penguasa. Dan menyebarkan cerita salah yang menyerang Prabowo. Menjilat penguasa," kata Irawan di Jakarta, Minggu (25/11).


Sumber: CNN INDONESIA

Tidak ada komentar