Breaking News

Jokowi : Jangan Pernah Jauh Dari Para Kiai Dan Ulama Dalam Kehidupan Bermasyarakat Dan Bernegara



Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa ideologi Pancasila tidak boleh digantikan dengan ideologi lain. Hal itu ditegaskan Jokowi saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1440 H dan Hari Pahlawan di Alun-alun Kajen, Kabupaten Pekalongan, Kamis (22/11/2018).

Dalam kesempatan tersebut, Presiden menyampaikan rasa senangnya dapat berada di tengah
keluarga besar Gerakan Pemuda Ansor. Sebab, GP Ansor selalu berada di baris terdepan dalam menjaga Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, Undang Undang Dasar 1945. “GP Ansor menunjukkan bahwa bangsa kita mewarisi keberanian para pejuang, ketulusan para pahlawan. GP Ansor tidak mudah ditakuti, itulah semangat asli bangsa Indonesia," kata Jokowi seperti dikutip dari siaran pers Istana, Jumat (23/11/2018).

 "Kita harus berani menunjukkan bahwa Pancasila adalah ideologi bangsa Indonesia dan tidak bisa digantikan oleh ideologi-ideologi yang lain, apalagi ideologi hasil impor,” tambah dia. Presiden berpesan kepada GP Ansor untuk selalu bersabar dalam menghadapi setiap tantangan. Kepala Negara pun mengajak GP Ansor untuk meletakkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan kelompok sendiri, untuk terus menjaga marwah ulama dan organisasi, dan terus melakukan syiar keislaman dan keindonesiaan.

 "Jangan pernah jauh dari para kiai, dari para ulama, baik dalam kehidupan bermasyarakat maupun bernegara," kata Jokowi. Kepala Negara dalam kesempatan itu turut mengajak semua pihak untuk merenung lebih dalam bahwa Nabi Muhammad SAW diutus Allah untuk menjadi rahmat bagi semesta alam. Rasulullah juga membawa umat manusia keluar dari kegelapan menuju terang benderang.

 "Sebuah tugas yang Nabi Muhammad SAW lakukan dengan cara-cara santun, dengan cara-cara lembut, dengan cara-cara yang penuh dengan kasih sayang," ujar Presiden

 Presiden menuturkan, sudah sepatutnya umat islam mengikuti teladan Rasulullah. Antara lain teladan berakhlak baik, teladan mengemban misi rahmatan lil alamin, dan teladan dalam menjaga ukhuwah di kalangan warga masyarakat. "Ukhuwah yang tanpa membeda-bedakan latar belakang agama, ukhuwah yang tanpa membeda-bedakan status sosial, ukhuwah yang tanpa membeda-bedakan pandangan politik, seperti yang beliau lakukan saat memimpin di Madinah," lanjutnya.

Dalam acara ini Presiden dan Ibu Iriana didampingi oleh Habib Luthfi bin Yahya, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Koordinator Staf Khusus Presiden Teten Masduki, Staf Khusus Presiden Abdul Ghofar Rozin, dan Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas.

Sumber: Kompas 

Tidak ada komentar