Breaking News

Karena Cuitan SBY Ini, Tim Prabowo-Sandi di Nilai Tidak Harmonis



Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Mar’uf Amin membaca adanya tanda-tanda keretakan di dalam Koalisi Adil dan Makmur. Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma’ruf, Abdul Kadir Karding, mengatakan tanda itu dilihat dari cuitan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

SBY menyinggung tak pernah memaksa ketua umum partai politik lain untuk ikut berkampanye. “Kalau melihat tweet yang disampaikan Pak SBY, artinya dosis keretakan Koalisi Adil dan Makmur itu sudah sangat berbahaya dan parah,” ujar Karding.

Karding berujar dari sisi politik bahwa Koalisi Adil dan Makmur sudah bermasalah. Ia merunut dari adanya istilah mahar, jendreral kardus dan Partai Gerindra yang seakan mendominasi koalisi tersebut. Karding mengatakan dari calon presiden, wakil presiden, hingga posisi di dalam struktur badan pemenangan nasional, didominasi oleh Gerindra.

“Tidak memberi ruang kepada partai-partai lain, baik PKS, baik Demokrat, bahkan juga mungkin PAN,” ucap Karding.

Karding mengatakan di dalam suatu koalisi semua pihak harus mendapatkan keuntungan yang sama dan proporsional. Terutama keuntungan elektoral. Seperti halnya di dalam struktur Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja.

“Kita menyadari ada efek ekor jas tetapi kita juga menyadari bahwa itu bisa dikurangi efeknya dengan langkah-langkah tertentu. Karena ada beberapa negara juga bisa mengatasi itu,” imbuh Karding.


Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengakui bahwa partainya lebih mengutamakan kemenangan di pemilu legislatif ketimbang kemenangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di pemilihan presiden. SBY mengatakan, semua partai politik yang tak mempunyai perwakilan calon presiden dan wakil presiden pada Pemilu 2019 pasti akan mengutamakan kemenangan di pemilu legislatif terlebih dahulu.

Ia meyakini hal ini tidak hanya terjadi pada Partai Demokrat. “Sebenarnya saya tak harus tanggapi pernyataan Sekjen Gerindra. Namun, karena nadanya tak baik dan terus digoreng terpaksa saya respons *SBY*” tulis SBY di Twitternya.

Sebelumnya Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan SBY pernah berjanji mengkampanyekan Prabowo - Sandiaga Uno. “Walaupun sampai sekarang belum terjadi,” ujar Muzani.

Dalam dua pilpres yang ia menangi itu, SBY mengaku tidak pernah memaksa ketua umum parpol pendukung untuk mengampanyekan dirinya. SBY juga menyebut soal efek ekor jas (coat tail effect). Kata SBY partai-partai seperti PDI Perjuangan dan Gerindra lebih diuntungkan karena memiliki kandidat presiden.

Tidak ada komentar