Breaking News

Pilih Andika Perkasa Jadi Kasad, Ini Alasan Jokowi



Presiden Joko Widodo resmi melantik Letjen Andika Perkasa menjadi Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) yang baru. Jokowi pun menjelaskan alasan memilih Andika dari empat nama kandidat yang telah disodorkan. Menurut dia latar belakang mantan Panglima Kostrad (Pangkostrad) komplet dan cocok untuk menggantikan Jenderal Mulyono yang akan pensiun di awal 2019.

"Ya ini kan kita melihat rekam jejak Pak Andika pernah di Kopassus, pernah di Kodiklat, pernah di Pangdam, pernah di Kostrad, pernah dulunya di penerangan. Dan pernah di Danpaspampres, saya kira komplet, ya memang ada beberapa kandidat, tapi inilah yang telah kami putuskan," kata Jokowi usai melantik Andika di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (22/11).

Walaupun terbilang cepat baru empat bulan dilantik Pangkostrad karier Andika melesat cepat. Jokowi pun menilai Andika memenuhi syarat sebagai KSAD. "Coba dilihat saja lah perjalanan karier Pak Andika sudah memenuhi itu semua," papar Jokowi.

Jokowi pun tidak mempermasalah terkait umur Andika yang masih terbilang muda untuk menjadi Kasad. Dia mengatakan, terpilihnya Andika sudah ada perhitungan tersendiri.

"Ya ndak, bukan masalah muda dan tidak muda. Sekali lagi semuanya kan ada hitung-hitungannya terutama pengalaman, rekam jejam, kemudian berkaitan dengan pendidikan-pendidikan yang telah dijalani semuanya kami lihat," ungkap Jokowi.

Kemudian, Jokowi pun mengklaim tidak memberikan tugas khusus. Dia yakin Andika tahu tugas yang akan dijalani. "Ya enggak usah tugas khusus. Kasad yang baru tahu apa yang harus dilakukan buat bangsa dan negara tahu semuanya, 100 persen tahu," kata Jokowi.

Diketahui, Pangkostrad Letjen Andika Perkasa resmi dilantik oleh Presiden Joko Widodo menjadi Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) pagi ini. Letjen Andika ditunjuk menjadi Kasad menggantikan Jenderal Mulyono yang akan memasuki masa pensiun pada Januari 2019.

Sosok Jenderal Andika, Pria kelahiran Bandung ini merupakan lulusan Akademi Militer pada 1987 silam. Karirnya di dunia militer terbilang moncer. Awal karir Andika yakni sebagai perwira pertama infanteri di Komando Pasukan Khusus Grup 2. Pangkat pertamanya Letnan Dua.

Kemudian, Andika dipercaya menjadi Komandan Tim 3, Sat Gultor 81 Kopassus 8 tahun berselang. Andika menjalani penugasan sebagai Kepala Seksi Kajian Strategi Hankam Departemen Pertahanan sekitar tahun 2000.

Setelahnya, dia kembali bertugas di Kopassus sebagai Komandan Batalyon 32/Apta Sandhi Prayuda Utama, grup 3 dengan pangkat Letnan Kolonel. Hingga pada 2013 Andika menjabat Kadispen TNI AD. Andika mendapatkan kenaikan pangkat menjadi Mayor Jenderal.

Karir menantu eks Kepala BIN AM Hendropriyono kian melesat setelah Jokowi menjadi Presiden. Dua hari setelah Jokowi-Jusuf Kalla dilantik menjadi presiden dan wakil presiden, Andika diangkat menjadi Komando Pasukan Pengamanan Presiden (Danpaspampres).

Andika menggantikan Mayjen Doni Monardo yang dipindahtugaskan menjadi Danjen Kopassus. Tahun 2018 merupakan tahun gemilang bagi karir Andika. Tahun ini, Andika mendapatkan 3 kali promosi jabatan.

Pertama, Andika diangkat menjadi Komandan Kodiklat TNI-AD pada Januari 2018 di mana pangkatnya naik menjadi Letnan Jenderal. 6 bulan kemudian, Andika kembali naik jabatan menjadi Pangkostrad menggantikan Eddy Rahmayadi yang maju di Pilgub Sumatera Utara pada 13 Juli 2018.

5 Bulan setelahnya, Andika ditunjuk Presiden Jokowi menjadi Kasad menggantikan Mulyono. Pangkatnya naik menjadi Jenderal.

sumber : merdeka.com

Tidak ada komentar