Breaking News

Ulama Mendapat Tempat di Era Jokowi


Ketua SETARA Institute Hendardi menyebut tak ada kriminalisasi ulama di era kepemimpinan Joko Widodo. Bahkan, ulama diklaim diberikan tempat khusus.

"Justru ulama dapat tempat di zaman Jokowi ini. Mereka bisa ngumpulin umat segitu banyak tanpa dilakukan kekerasan, tanpa ada represi," ujar Hendardi di kawasan Cikini, Jakarta, Kamis, 20 Desember 2018.
Menurut dia, setiap seseorang yang melakukan tindak pidana, maka harus menerima konsekuensi hukumnya. Tak terkecuali bila ulama yang melakukan kekerasan.

Dia mencontohkan kasus Bahar Bin Smith yang diduga melakukan kekerasan kepada dua anak-anak. Kasus itu pun tengah diusut di Polda Jabar.

"Itu (kasus Bahar Bin Smith) jelas-jelas ada videonya. Dia enggak bisa ingkar, enggak bisa mungkir. Masa yang kayak begitu harus dilindungi," ujar dia.

Dia juga mengungkit kasus kekerasan yang dilakukan anggota Front Pembela Islam di Monumen Nasional (Monas) pada 1 Juni 2008. "Kalau mereka melakukan tindak pidana, ya hukum bekerja. Polisi bekerja di situ," ucap dia.

Dia meminta pemerintah memberikan penyadaran kepada masyarakat. Dengan begitu, bisa melihat fakta-fakta yang sesungguhnya terjadi. Masyarakat juga diminta agar tidak mudah terpengaruh terhadap isu-isu yang muncul di publik.

"Kita sesama masyarakat juga harus melakukan penyadaran juga bahwa itu enggak benar. Jangan masyarakat kita tingkat pendidikannya masih rendah, kemudian dibodoh-bodohi dengan hoaks, mempersepsikan sesuatu secara keliru," pungkas dia.


Sumber : metrotvnews.com

Tidak ada komentar