Breaking News

KH Ma'ruf Amin Ziarah ke Makam Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari



MARTAPURA - Mantan Rois Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Ma'ruf Amin menyempatkan diri  berziarah ke makam Datu Kalampayan Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari.

KH Ma'Ruf Amin adalah cicit dari keturunan Syekh Nawawi Al-Batani yang merupakan murid dari Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari, keduanya menimba ilmu di Makkah, hingga Syech Nawawi menjadi imam besar di Makkah.

Alasan mengapa KH Ma'ruf Amin berziarah ke makam Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari dikatakannya adalah untuk memgambil berkah dari para ulama-ulama nusantara.

"Ya kita ingin mengambil berkah dari para ulama karena mereka adalah perintis-perintis dari para ulama di nusantara," ucap Kiai Ma'ruf Amin.

Dia juga mengungkapkan tauladan yang dapat diambil dari Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari adalah sebagai pengemuka agama dan penasehat kerajaan.

"Beliau adalah orang yang banyak memberi nasihat ke kerajaan, beliau sengaja disekolahkan di Mekkah hingga lulus dan jadi penasihat kerajaan," ujar Ma'ruf Amin.

Kemudian Ketua MUI Kabupaten Banjar HM Fadlan Asy'ari mengatakan, kedatangan KH Ma'ruf Amin ke makam kalampayan ini adalah untuk berziarah ke makam Syech Muhammad Arsyad Al-Banjari.

"Agenda kedatangan ini adalah untuk ziarah kemakam Syech Muhammad Arsyad Al-Banjari, dimana ini merupakan sunah Nabi kita Muhammad SAW, karena beliau menganjurkan kita untuk ziarah kubur," ucap HM Fadlan.

Dia berharap, agat kedepannya nanti dapat memiliki pemimpin yang bisa mengamalkan sunah-sunah Nabi Muhammad SAW seperti yang sudah dianjurkan.

"Alhamdulillah, Mudah-mudahan kedepannya kita bisa memiliki pemimpin yang dapat mengamalkan sunah Nabi Muhammad," paparnya.

Sementara itu, Achmad Badrun Warga Kalampayan menyambut positif kedatangan KH Ma'ruf Amin, yang mana menurutnya kedatangan beliau untuk berziarah ke makam Datu kelampaian yang merupakan pengemuka agama di tanah Kalimantan Selatan.

"Kedatangan Kiai Ma'ruf Amin sungguh bagus, niatnya untuk berziarah ke makan Datu Kalampayan, mudahan pemimpin kita nanti bisa mengemukakan agama juga di Indonesia," pungkasnya.

Tidak ada komentar