Breaking News

Guru Wildan: Isu KH Ma'ruf Amin Hina Makam Guru Sekumpul, Itu Hoax!



Video tindakan petugas keamanan cawapres ketika KH Ma’ruf Amin berziarah ke Sekumpul ramai diperbincangkan warga-net Kalsel di media sosial. Mengetahui kabar miring tersebut, Tuan Guru H Wildan Salman Al Banjari pun angkat bicara.

KH Ma’ruf Amin sebagaimana capres dan cawapres lainnya, mendapat pengamanan dari tim pengamanan cawapres. Sayangnya, tindakan mereka di lapangan belum dipahami banyak warga, sehingga kabar miring pun tersebar di dunia maya.

Menanggapi kabar miring tersebut, Guru Wildan – Tuan Guru H Wildan Salman- berkomentar di majelis rutin Tahfidz Qur’an Darussalam jalan Tanjung Rema, Martapura, Kalimantan Selatan.  Menurut Guru, yang dilakukan pihak keamanan sudah benar.

“Kita kan kada tahu. Kalupina ada urang yang menyelusup, orang ketiga maandaki. Dengan dijaganya, dengan diperiksanya, kita sudah. Iyalah? memberikan rasa aman. Jadi kita dengan mereka harusnya terimakasih. Jangan menanggapi bersumber (berita) hoaks itu.

(Kita tidak tahu, mungkin saja ada orang yang menyelusup dan menaruh sesuatu di sana. Nah, dengan adanya pengamanan dari petugas, kita merasa aman. Dengan kerja mereka itu, mestinya kita berterima kasih. Jangan menanggapi berita hoaks itu, red),” jelas Guru Wildan.

Guru melanjutkan, jika ada bertanya, “Kenapa tidak percayakah wali?”

“Lho. Kalau tersinggung, yang pertama tersinggung itu mestinya ulun. Kan, Abah ulun di situ. Nang berdua itu, keduanya guru ulun, (bahkan) yang saikung itu ipar. Kalau yang pertama tersinggung, mestinya ulun.

(Lho. Kalau tersinggung, yang mestinya tersinggung itu saya. Ayah saya di sana (Tuan Guru Salman Jalil). Dua makam lainnya adalah guru saya (Tuan Guru M Zaini bin Abdul Ghani dan Tuan Guru H Seman Mulya), bahkan Guru Seman itu ipar saya. Jadi kalau masalah tersinggung, yang pertama tersinggung mestinya saya,” tegas Guru Wildan.

Guru Wildan pun kemudian mengimbau kepada jemaah untuk tidak termakan isu-isu hoaks.

“Jangan berpikir itu, bersumber dari hoaks. Bersumberlah dari hati yang jernih, dengan pikiran yang bersih,” tutur Guru.

Guru Wildan pun kemudian mengajak jemaah berpikir dan merasakan bagaimana perasaan para petugas keamanan yang dicibir oleh banyak orang itu.

“Coba, mereka itu lelah menjalankan tugas. Mereka tidak pulang sebelum Kiai Ma’ruf pulang. Tetap di tempatnya berjaga.”

Setelah bekerja keras seperti itu, sambung Guru, kemudian banyak orang yang mencibir tindakan mereka.

“Seandainya kita yang bekerja seperti itu, lalu diomongin orang, apa tidak sakit hati? Kasihan mereka. Mereka saudara kita,” terang Guru.

Lebih lanjut, Guru mengungkapkan, ada yang berpendapat Guru-guru di Martapura marah karena perlakuan petugas keamanan itu.

“Mana ada? Malah kita berterimakasih dengan adanya pengamanan dari mereka,” ungkap Guru.

Jadi, lanjut Guru, jangan menanggapi sesuatu yang bersumber dari hoaks. Beliau kemudian mengutip ayat QS Al Hujurat ayat6, “Hai orang-orang yang beriman, jika seseorang yang fasik datang kepada kalian membawa suatu berita, maka telitilah.”

Tidak ada komentar