Breaking News

MUI Minta Zulkarnain tidak asal Bicara



Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengultimatum Wakil Sekretaris Jenderal MUI Tengku Zulkarnain. Ketua Bidang Pendidikan dan Kaderisasi MUI Abdullah Jaidi meminta Zulkarnain tak asal bicara.

"Harus hati-hati, tidak semua bisa disampaikan ke forum terbuka. Ini khawatir bisa memperkeruh situasi menjelang pemilu," ujar Abdullah di kantor Inter Religious Council (IRC), Jakarta Selatan, kemarin.

Ia menyebut, ulah Zulkarnain ini telah dikategorikan sebagai kampanye hitam terhadap pasangan calon nomor urut 01. Pun demikian, pihaknya tak bisa memberi sanksi dan hanya bisa mengimbau.

"Sanksi itu kalau di dalam masalah pemilu, diserahkan ke pihak yang kompeten dalam hal pelanggaran, yaitu Bawaslu," kata Jaidi.

Jauh sebelum kejadian Zulkarnain, Jaidi mengatakan pihaknya telah memberikan imbauan pada seluruh anggotanya untuk tidak kampanye di rumah ibadah. MUI juga sudah mengingatkan agar anggotanya hati-hati dalam menyampaikan informasi.

"MUI hanya sekadar menyampaikan imbauan dalam rapat pimpinan itu. Agar Mereka berhati-hati dengan informasi yang berkembang, apalagi situasi saat ini banyak hoaks," ungkap Jaidi.

Dalam sebuah video, Zulkarnain sempat menya-lahkan pemerintah soal RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS).

Ia menyebut pemerintah seolah melegalkan zina bila RUU PKS disahkan.

"Pasalnya mengerikan, ada satu pasal yang membuat saya menangis. Pelajar, mahasiswa, dan pemuda belum menikah yang ingin melakukan hubungan seksual, maka pemerintah mesti menyediakan alat kontrasepsi untuk mereka," sebut Zulkarnain dalam ceramahnya.

Tak lama kemudian, Zulkarnain meminta maaf dan mencabut seluruh pernyataannya.

Permintaan maaf itu dia sampaikan melalui akun Twitter-nya @ustadtengkuzul. Setelah mencermati isi RUU PKS, ia mengaku tak menemukan pasal penyediaan alat kontrasepsi oleh pemerintah untuk remaja dan pemuda yang ingin berhubungan seksual.

"Dengan ini saya mencabut isi ceramah saya tentang hal tersebut. Dan meminta maaf karena mendapat masukan yang salah," ucap Zulkarnain melalui akun Twitter-nya, Selasa (12/3).

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Abdul Kadir Karding meminta Tengku Zulkarnain hati-hati dalam menyampaikan informasi.

Dirugikan

Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengaku dirugikan atas ulah Tengku Zulkarnain. Ceramah Tengku Zulkarnain terbukti keliru.

"Sedikit banyak memang merugikan, tapi yang jelas kan kita menghargai orang yang meminta maaf itu yang penting," kata juru bicara BPN Prabowo-Sandi, Irfan Yusuf Hasyim (Gus Irfan) (13/3).

Gus Irfan mengakui Tengku Zulkarnain salah mendapatkan masukan soal RUU PKS.

Namun, ia membantah, pernyataan Tengku Zulkarnain kesengajaan untuk menyudutkan kubu Jokowi-Amin.

sumber : Media Indonesia 

Tidak ada komentar