Breaking News

TKN: Jokowi Berperan Menguatkan Ideologi Pancasila Selama 5 Tahun Memimpin



Tim Kampanye Nasional (TKN) menyatakan bahwa calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi) telah siap menghadapi debat kandidat keempat Pemilu 2019. Ajang adu gagasan itu akan mengusung tema Ideologi, Pemerintahan, Keamanan serta Hubungan Internasional.

"Pak Jokowi sudah siap menghadapi debat yang keempat," kata Juru Bicara TKN Ace Hasan Syadzily kepada Okezone di Jakarta, Jumat 29 Maret 2019.

Jokowi, kata Ace, memandang bahwa tema keempat ini sangatlah penting dan strategis bagi kehidupan bangsa Indonesia. Oleh sebab itu, Jokowi akan tampil maksimal dalam adu gagasan tersebut.

Menurut Ace, di era lima tahun kepemimpinannya, Jokowi telah banyak melakukan berbagai kebijkan yang diarahkan pada penguatan ideologi Pancasila, menjaga keutuhan NKRI dan mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat.

"Dalam bidang ideologi, Pak Jokowi terus melakukan pembinaan Pancasila sebagai ideologi negara. Pemerintahan Jokowi telah menetapkan 1 Juni sebagai hari lahir Pancasila. Selain itu, Pemerintahan Jokowi telah membentuk Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) sebagai suatu wadah yang bertugas melakukan pembinaan ideologi Pancasila," papar Ace.

Masih terkait ideologi, Ace menuturkan, pemerintahan Jokowi juga tegas kapada pihak-pihak yang ingin mengancam keberadaan ideologi Pancasila. Salah satunya, adalah dikeluarkannya Perppu tentang larangan organisasi masyarakat anti Pancasila.

"Tindakan itu dilakukan dalam rangka melindungi Pancasila dan NKRI. Langkah pembubaran HTI kemudian dibenarkan menurut ketentuan hukum hingga ke tingkat Kasasi Mahkamah Agung," ujar Ace.

Ace mengungkapkan, dalam lima tahun ke depan untuk memperkuat ideologi negara, pemerintahan Jokowi akan melakukan antara lain, mengoptimalkan peran dan fungsi BPIP.

"Pemerintahan Jokowi-Ma’ruf, terus mendorong semangat toleransi, kerukunan dan persaudaraan," ujar Ace.

Selain itu, Ace menyebut, ke depan Jokowi-Ma'ruf akan terus melakukan revitalisasi revolusi mental. Mengingat, perubahan mental karakter bangsa dari mental karakter yang negatif ke mental karakter yang positif harus menjadi strategi pembangunan manusia dan kebudayaan yang terus-menerus diinternalisasi dalam sistem pembangunan.

"Revolusi mental juga akan diimplementasikan dalam tata kelola pemerintahan dengan pembudayaan nilai-nilai transparansi dan akuntabilitas. Selain itu, Revolusi mental dalam sistem sosial dengan pembudayaan nilai-nilai luhur bangsa dalam institusi keluarga dan interaksi antar-warga," tuturnya.

Sumber : Okezone.com

Tidak ada komentar